ASI Eksklusif dan Menyusui

November 19, 2011

Menyusui adalah proses pemberian susu kepada bayi atau anak kecil dengan air susu ibu (ASI) dari payudara ibu. Pada waktu melahirkan, tingkat hormon prolaktin masih dalam keadaan tinggi, sama seperti pada saat kondisi ibu hamil. Hal ini berarti persiapan produksi ASI secara besar-besaran sebagai cadangan makanan utama bagi jabang bayi. Secara umum, ASI dapat dibagi menjadi dua, yakni ASI yang keluar pertama kali (yang disebut kolostrum) dan ASI sesudah kolostrum.

Begitu melahirkan, biasanya ibu dari bayi tersebut beberapa waktu kemudian sudah dapat menghasilkan ASI. ASI yang keluar pertama kali disebut dengan kolostrum. Kolostrum adalah cairan berwarna bening kekuningan, yang keluar dari payudara ibu sesaat setelah melahirkan. Kolostrum sangat bagus dan baik dikonsumsi oleh si bayi yang baru lahir. Kandungan antibodi dan sel darah putih dalam kolustrum sangat tinggi, bagus untuk membentuk imunitas bayi yang baru saja lahir. Kolostrum baik dalam pembentukan imunoglobulin, berperan aktif dalam pembentukan imunitas pertama bagi bayi. Selain itu, kolostrum berfungsi untuk melapisi dinding usus bayi yang masih rentan dan mencegah kuman-kuman menyerang bayi yang masuk melalui mulut. Imunoglobulin juga mencegah bayi dari alergi. Mengingat pentingnya kolostrum, bayi yang baru lahir jangan sampai tidak diberi kolostrum oleh sang ibu. Jumlah produksi kolostrum akan berangsur turun dalam waktu dua minggu, untuk kemudian digantikan dengan ASI biasa.

ASI eksklusif adalah ASI yang diberikan langsung dari payudara ibu ke bayi. Diberikan dalam arti bisa langsung, melalui kegiatan menyusui, maupun tidak langsung, yakni dengan diperah dan disimpan dalam lemari pendingin atau dibekukan. Pemberian susu formula / susu kaleng tidak termasuk kategori susu eksklusif. ASI eksklusif baik diberikan kepada bayi paling tidak selama enam bulan pertama dari kelahiran. Hal ini penting, sebab, selama enam bulan pertama, ASI adalah makanan tunggal yang paling baik dikonsumsi oleh bayi. Dengan mengonsumsi ASI eksklusif selama enam bulan, atau lebih, kemungkinan bayi tumbuh sehat dan cerdas akan semakin tinggi. Susu formula bagus untuk bayi, namun tetap tidak dapat menggantikan kedudukan ASI.

Di dalam ASI sudah terdapat zat-zat yang penting untuk pertumbuhan dan perkembangan bayi. Ada kandungan karbohidrat, protein, vitamin, zat besi, kalsium, dan lain-lain. Selain itu, di dalam ASI juga mengandung lemak Omega-3 dan Omega-6 yang berperan dalam pembentukan kecerdasan bayi. Bayi yang diberikan ASI eksklusif selama enam bulan atau lebih akan memiliki tingkat kecerdasan lebih tinggi daripada bayi yang diberikan ASI eksklusif kurang dari enam bulan. Selain itu dengan ASI eksklusif akan membuat bayi lebih tahan dari penyakit dan infeksi. ASI eksklusif dapat diberikan selama minimal enam bulan pertama. Kemudian memasuki bulan ketujuh, kebutuhan makan bayi sudah dapat diselingi dengan berbagai makanan lembut, seperti pisang, papaya, bubur susu, bubur beras, dan lain-lain. Pemberian ASI dapat diteruskan hingga bayi berumur dua tahun, tentu saja dengan tambahan dari jenis-jenis makanan tambahan bergizi lainnya.
Zaman semakin modern. Setiap orang dituntut untuk dapat bekerja dan memiliki jam sibuk yang tinggi. Permasalahannya adalah, bagaimana seorang wanita karier yang habis melahirkan tetapi harus disibukkan oleh pekerjaan kantor? Mudah saja. Salah satu caranya adalah dengan metode memerah ASI. Apa itu? Memerah ASI adalah mengeluarkan ASI untuk kemudian disimpan di dalam lemari es atau bisa juga dibekukan sebagai cadangan makanan bagi bayi saat sang ibu tidak berada bersama bayi. Misalkan ada pembantu, atau sanak saudara yang kebetulan menjaga dan merawat bayi, ASI yang telah dipersiapkan dalam pendingin tadi dapat digunakan.

Penggunaan ASI perah yang didinginkan tidaklah terlalu rumit. Sang ibu pagi-pagi sebelum berangkat bekerja, dapat memeberikan ASI terlebih dahulu kepada sang bayi. Kemudian di saat sang ibu berada di kantor, dia dapat melakukan pemerahan ASI setiap dua atau tiga jam sekali. Kemudian ASI hasil perahan ini disimpan dalam lemari es. ASI cadangan ini dapat bertahan satu hingga dua hari dalam lemari es sebelum dikonsumsi sang bayi. Jika ASI dibekukan, akan tahan lebih lama lagi, yakni berkisar satu hingga tiga bulan. Kemudian saat ibu pulang dari kantor, sebisa mungkin bayi harus segera mendapatkan suplai ASI kembali, baik itu secara langsung maupun melalui cadangan ASI yang telah dihangatkan dengan cara direndam di dalam air hangat. ASI yang telah dihangatkan tidak dapat dikembalikan ke lemari es lagi, jadi pastikan digunakan untuk sekali konsumsi. Kemudian malam hari sebelum tidur, ASI diberikan kembali kepada bayi. Untuk ukuran bayi normal, tingkat konsumsi ASI berkisar antara 12-15 kali dalam setiap 24 jam, atau rata-rata dua hingga tiga jam sekali.

ASI eksklusif cukup ekonomis. Bagi ibu-ibu yang memiliki cukup banyak waktu untuk menyusui bayinya, tentu hal ini membuat kebutuhan ASI bagi bayi cukup terpenuhi. Bayi dalam menyusu sebaiknya tidak hanya pada salah satu payudara ibu, tetapi lebih baik bergantian, baik payudara kiri maupun payudara yang kanan. Hal ini bagus untuk menjaga keseimbangan produksi ASI di payudara sang ibu. Untuk penyusuan payudara kiri dan kanan dapat bergilir masing-masing tujuh sampai 10 menit. Apabila sang bayi kesulitan dalam proses menyedot ASI, sang ibu dapat melakukan penarikan putting susu, kemudian dengan mengubah posisi bayi menjadi enak menyusui. Pastikan posisi bayi nyaman, dengan posisi mulut, perut, dan kaki bayi menempel pada badan ibu disaat proses menyusui berlangsung.

Tingkat produksi ASI sebanding dengan tingkat pemenuhan konsumsi bayi. Artinya, jika kebutuhan ASI bagi bayi tinggi, maka secara otomatis tubuh si ibu akan menghasilkan ASI yang lebih banyak. Namun sebaliknya, jika ASI jarang dikonsumsi oleh bayi pada masa menyusui, maka produksi ASI pun akan cenderung turun juga. Apabila sang ibu secara langsung mengonsumsi obat-obatan, pecandu rokok, atau minum minuman beralkohol, maka zat-zat tersebut akan ikut terserap juga pada bayi melalui kegiatan menyusui tadi. Hal ini dapat berdampak tidak baik, yakni bisa berakibat bayi muntah, alergi, dan terburuk, misal dari nikotin tembakau, dapat menyebabkan kerusakan hati dan ginjal dari bayi tersebut.

Produksi ASI tentu saja tidak dapat dipisahkan dengan tingkat konsumsi ibu dalam makan makanan bergizi. Ibu harus banyak mengonsumsi makanan yang mengandung karbohidrat, protein, vitamin, dan mineral, seperti zat besi dan kalsium. Memperbanyak konsumsi biji-bijian, buah-buahan, serta sayur-sayuran seperti daun katuk, bayam, atau kangkung, dipercaya dapat menambah tingkat produksi ASI bagi bayi. Asupan protein bisa didapat dari ikan, daging, tempe, dan tahu. Kemudian untuk kebutuhan kalsium, dapat diperoleh dari yogurt, susu, tahu, ikan laut, produk olahan susu, kacang-kacangan, sayuran hijau, serta buah-buahan. Apabila dalam diri ibu kekurangan kalsium, maka cadangan kalsium dalam tulang ibu yang akan diambil untuk bayi. Jika hal ini terjadi, maka tulang ibu dapat menjadi keropos. Oleh karena itu kekurangan kalsium pada ibu menyusui sebaiknya jangan sampai terjadi.

*disadur dari berbagai sumber di internet.

2 Responses to “ASI Eksklusif dan Menyusui”

  1. zakimath Says:

    Nice share gan, suatu pengetahuan yg sangat penting untuk bekal pada saat sang buah hati kelak lahir di muka bumi, tengkyu…🙂


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: