4 Langkah Mudah Berinvestasi Saham

March 18, 2013

bei-logo

Saham adalah barang lama tapi mungkin menjadi barang baru bagi yang beru saja mengenalnya. Saham adalah salah satu instrumen investasi, selain emas, deposito, dan lain-lain. Karena merupakan materi investasi, saham memiliki kenaikan maupun penurunan.


Sejak bulan Februari 2012, BEI mewajibkan setiap pialang saham (broker) untuk menyediakan RDN (Rekening Dana Nasabah) sedemikian sehingga apabila ada nasabah yang mendaftar mereka akan memperoleh akun rekening investasi sendiri sesuai dengan nama nasabah tersebut. Sebagaimana seperti membuka tabungan biasa di bank. Pada waktu-waktu sebelumnya, penyetoran modal investasi dari nasabah dimasukkan ke dalam rekening broker yang bersangkutan. Tentu ini beresiko apabila broker yang bersangkutan berniat berbuat tidak baik atas uang yang Anda setorkan. Oleh karena itu RDN dibuat untuk memberikan jaminan keamanan uang nasabah di sebuah perusahaan sekuritas/broker.

Apa itu saham? Secara sederhana saham adalah penyertaan kepemilikan kepada suatu perusaaan yang telah go public. Jadi apabila perusahaan mencetak laba banyak, perusahaan maju, maka Anda sebagai pemegang saham akan ikut menikmati keuntungannya juga. Sebaliknya juga demikian, apabila perusahaan kinerjanya buruk, merugi, maka Anda juga akan mengalami kerugian. Simpelnya seperti itu.

Bagaimana bisa mendapatkan keuntungan dari berinvetasi saham? Paling tidak ada 2 keuntungan yang bisa diperoleh investor. Yang pertama adalah capital gain. Capital gain adalah selisih harga beli dan harga jual saham. Misalnya, Anda membeli saham A di harga 1.000, kemudian pada saat harga saham A sudah mencapai 1.500 Anda jual saham Anda tersebut. Maka Anda mendapatkan keuntungan sebesar 500. Itu kalau satu lembar saham. Kalau beli saham ribuan lembar? Silakan dikalkulasi sendiri😀 Keuntungan kedua adalah dividen. Dividen adalah semacam pembagian sebagian laba perusahaan kepada para pemegang saham. Ada beberapa saham yang rutin memberikan dividen tiap tahun, ada yang tidak. Jika memilih saham yang memberikan dividen secara rutin Anda akan mendapatkan dividen juga.

Baik langsung saja. Bagaimana cara memulai saham? Cukup mudah. Berikut 5 langkah yang bisa dilakukan:

  1. Siapkan dana yang akan diinvestasikan. Besarnya minimal berapa? Tidak ada patokan. Ada broker yang mematok dana setoran awal minimal 5 juta. Ada yang bahkan hanya 100 ribu saja. Tentu saja tergantung dari aturan pialang saham yang dipilih. Tetapi dengan hanya melakukan setoran dana yang kecil Anda hanya akan memiliki sedikit kesempatan dalam pemilihan saham yang akan dibeli. Maka menurut saya dana sekitar 5jt itu cukup.

  2. Setelah dana sudah siap, pilih pialang saham, register disitu. Daftar menjadi nasabah di sekuritas saham. Ada sekitar 116 perusahaan sekuritas / broker yang diakui oleh BEI (Bursa Efek Indonesia). Sebagai contoh, ada BNI Securities, IndoPremier Indonesia, Mandiri Sekuritas, dan lain-lain. Masing-masing memiliki aturan sendiri-sendiri, termasuk fee/jasa setiap transaksi. Biasanya untuk pembukaan rekening sekuritas itu tidak bayar alias gratis. Hanya mengganti biaya materai saja yang bisa berjumlah lebih dari satu. Hanya dibutuhkan data diri berupa KTP dan NPWP. Kenapa ada NPWP juga? Karena setiap transaksi yang Anda lakukan akan terkena pajak. Anda bisa bertanya-tanya dan melakukan riset dahulu sebelum memutuskan akan mendaftar di perusahaan sekuritas saham yang mana.
  3. Setelah daftar, maka biasanya Anda akan menunggu sekitar 1-2 minggu hingga rekening jadi. Kenapa begitu lama? Karena setiap aplikasi baru didaftarkan juga di KSEI yang akan di Jakarta. Selain itu, setiap membuka rekening baru, Anda juga akan otomatis membuka rekening investasi baru. Jadi, sekali daftar, Anda akan mendapat 2 rekening baru, yakni rekening RDN/RDI untuk keperluan deposit uang Anda, dan rekening sekuritas untuk melakukan transaksi saham online.
  4. Selanjutnya sblm melakukan pembelian saham, alangkah baiknya Anda melakukan riset saham apa yang akan Anda beli. Ada sekitar 500-an kode saham di bursa. Ada yang bagus, ada yang tidak. Ada yang cukup cepat menghasilkan, ada yang cukup cepat menghabiskan uang Anda juga. Riset itu perlu. Biasanya, tiap sekuritas memiliki tim riset yang akan memberikan rekomendasi saham yang bagus untuk dibeli. Tetapi, sekali lagi, keputusan untuk membeli itu ada di tangan Anda. Karena pada akhirnya semua resiko Anda yang menjalani.

    Setiap pembelian saham memakai satuan lot. 1 lot = 500 lembar saham. Jadi misalnya harga 1 lembar saham Rp 1.000 rupiah, maka minimal uang yang harus Anda siapkan adalah 1 lot = 500 lembar x Rp 1.000 = Rp 500.000 rupiah. Namun sepertinya kebijakan ini akan segera berubah. BEI sedang menggodok kemungkinan perubahan satuan 1 lot 500 lembar menjadi 1 lot 100 lembar pada tahun 2013 atau 2014 nanti. Hal ini dimaksudkan untuk mempermudah investor retail (kecil) untuk dapat ikut berpartisipasi dalam bursa saham.

Beberapa sumber/tool yang bisa digunakan untuk membantu dalam mempertimbangkan pembelian saham adalah:

Selain itu ada beberapa tool dan media pendukung lainnya, yakni:

Q: Saham apa yang bsok naik?
A: Tidak ada yang bisa menjamin saham mana yang besok akan naik. Termasuk tim riset perusahaan sekuritas. Namun demikian, kita bisa mengetahui kemungkinan naik atau turun dari history harga sebelumnya dan informasi bisnis ekonomi yang berkembang saat ini.

Q: Maen saham katanya bisa bikin bangkrut. Benar begitu?
A: Benar. Saham bisa membuat uang Anda habis atau turun dalam waktu cepat. Tergantung dari saham apa yang Anda beli dan pergerakan saham yang terjadi. Namun demikian, saham juga bisa membuat Anda kaya. Warrent Buffett dan Lo Kheng Hong kaya dari saham. Mereka cukup bagus memanfaatkan peluang yang ada di pasar saham.

Q: Saya masih pelajar/mahasiswa. Bisakah menjadi nasabah sekuritas?
A: Untuk menjadi nasabah sekuritas memerlukan NPWP. Silahkan menghubungi perusahaan sekuritas favorit Anda.

Q: Di saham ada yang namanya trading saham, ada yang namanya investasi. Bedanya apa?
A: Secara sederhana, trading saham adalah aktifitas jual dan beli saham dalam waktu singkat. Bisa hanya dalam hitungan menit, jam, maupun hari,untuk memperoleh keuntungan dari selisih perubahan harga saham. Sedangkan investasi, memiliki konotasi membeli saham sekarang untuk disimpan dalam jangka waktu tahunan (jangka waktu lama).

Q: Adakah buku-buku atau panduan lain yang bisa dipelajari lebih lanjut?
A: Ada. Banyak sekali. Bahkan Anda bisa datang ke perusahaan pialang saham, Anda bebas bertanya disitu. Mereka biasanya akan welcome dengan pertanyaan-pertanyaan yang Anda ajukan. Untuk buku, Anda bisa datang ke toko buku terdekat, beli buku tentang saham, baca dan pelajari. Setelah itu coba terjun. Semudah itu🙂

Demikian, semoga dapat menjadi informasi bagi pembaca sekalian. Ingat, saham adalah investasi beresiko. Pastikan Anda mengetahui apa yang Anda lakukan sehingga tidak menyesal kemudian hari.🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: